/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-10/ani917.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-10/ani917.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */

Kamis, 27 Juli 2017

Model Rumah Minimalis

Model rumah minimalis terbaru - Sejak rumah minimalis mulai buming, para desainer rumah berlomba-lomba untuk membuat model rumah minimalis yang terbaru. Model yang elegan dan modern menjadi daya tarik tersendiri agar banyak yang berminat. Persaingan yang semakin sengit tidak dapat dihindari lagi. Saat ini sudah banyak model rumah minimalis yang terbaru. Elegan dan modern adalah karakteristik yang melekat pada rumah minimalis model terbaru. Hingga sang konsumen dibuat bingung untuk memilih model rumah minimalis.

Selain mempunyai ciri khas tersendiri, model rumah minimalis juga menjadi pilihan hampir di semua kalangan, baik di kota maupun di perkotaan. Mudah untuk membangunnya, juga menjadi salah satu pertimbagan dalam memilihnya. Koleksi rumah minimalis terbarumempunyai desain yang tidak jauh dari pendahulunya. Dengan aksen siku tegas membuatrumah minimalis terlihat elegan, modern merupakan sesuatu yang baru atau masa kini. Jadi jika Anda ingin memiliki model rumah terbaru, kami akan memberikan sedikit informasinya.

Contoh Model Rumah Minimalis Terbaru


Setiap orang pasti menginginkan rumah yang nyaman. Namun, untuk memilih model dan desain rumah yang sesuai dengan selera akan menjadi sulit jika tidak mempunyai gambaran. Dari sini kami akan memberikan informasi tentang model rumah minimalis terbaru. Karena selain nyaman, model terbaru akan cocok bagi Anda yang mengikuti perkembangan zaman. Baik, inilah model rumah minimalis terbaru yang mempunyai tampilan elegan dan bergaya modern :

Model rumah minimalis terbaru
Model rumah minimalis terbaru

Model rumah minimalis terbaru
Model rumah minimalis terbaru

Rumah Kasepuhan

Rumah Adat Kasepuhan Asal Dari Provinsi Jawa Barat

rumah adat kasepuhan | photo : anakpintar.we.id
Penjelasan rumah Adat Kasepuhan yang berasal dari provinsi Jawa Barat. Rumah adat Kasepuhan disebut juga dengna Keraton Kasepuhan. Didirikan oleh Pangeran Cakrabuana sekitar tahun 1529. Beliau merupakan putra Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjajaran. Keraton ini merupakan perluasan dari Keraton Pakungwati, yang merupakan keraton yang telah ada sebelumnya.

Dibawah ini adalah bagian-bagian yang terdapat dalam Keraton Kasepuhan:

1. Pintu Gerbang Utama
Terdapat dua pintu gerbang yang pertama terletak di sebelah utara, sedangkan yang kedua berada di selatan kompleks. Gerbang utara disebut Kreteg Pangrawit  berupa jembatan, sedangkan di sebelah selatan disebut LawangSanga (pintu sembilan).

Rumah Kebaya

Rumah kebaya merupakan sebuah nama rumah adat suku Betawi.[1] Disebut dengan rumah kebaya dikarenakan bentuk atapnya yang menyerupai pelana yang dilipat dan apabila dilihat dari samping maka lipatan-lipatan tersebut terlihat seperti lipatan kebaya.[1] [2]
Selain Rumah Kebaya, suku Betawi juga memiliki rumah adat lainnya. Seperti : Rumah Gudang dan Rumah Joglo.[2] Meskipun suku Betawi memiliki 3 rumah adat akan tetapi yang tercatat secara resmi menjadi rumah adat suku Betawi adalah rumah kebaya.[2]
Ciri khas dari rumah ini adalah rumah ini memiliki teras yang luas yang berguna untuk menjamu tamu dan menjadi tempat bersantai keluarga.[3] Pada zaman dahulu, masyarakat betawi membuat sumur di depan rumahnya dan pemakaman yang berada disamping rumah.[4] [5] [2] Dan, dinding rumahnya terbuat dari panel-panel yang dapat dibuka dan digeser-geser ke tepinya. Hal ini dimaksudkan agar rumah terasa lebih luas.[3] [1] [3]
Rumah ini dapat dibedakan menjadi 2 bagian dari segi sifatnya , yakni bagian depan bersifat semi publik, sehingga setiap orang dapat melihat betapa asri dan sejuknya rumah tersebut.[2] [6] Dan yang kedua adalah bagian belakang yang bersifat pribadi.[2] [6] Bagian ini hanya boleh dilihat oleh orang-orang dekat dari pihak pemilik rumah.[2] [6]

Material

Material Atap

Pondasi Umpak.
Material yang digunakan untuk menutup atap rumah adalah genteng atau atep (daun kirai yang dianyam), konstruksi kuda-kuda dan gording (balok kayu mendatar yang letaknya diatas kuda-kuda) menggunakan kayu gowok (Syzygium Polycephalum) atau kayu kecapi (Sandoricum Koetjape), balok tepi, terutama diatas dinding luar menggunakan kayu nangka (Artocarpus Heterophyllus Lamk yang sudah tua, sedangkan kaso (balok kayu dengan ukuran 4cm x 6cm atau 5cm x 7cm yang berfungsi sebagai dudukan reng) dan reng (balok kayu dengan ukuran 2cm x 3cm atau 3cm x 4cm yang berfungsi sebagai dudukan atap genteng) menggunakan bambu tali, yakni bambu yang batangnya (setelah dibelah-belah) dapat dijadikan tali.[2] Bambu yang digunakan sebagai kaso adalah bambu utuh dengan diameter ± 4cm, sedangkan yang digunakan untuk reng adalah bambu yang dibelah.[2]

Rumah Balai Batak Toba

Rumah Adat Batak: Makna dan FilosofiSuku Batak Toba adalah masyarakat Batak Toba yang bertempat tinggal sebagai penduduk asli disekitar Danau Toba di Tapanuli Utara. Pola perkampungan pada umumnya berkelompok. Kelompok bangunan pada suatu kampung umumnya dua baris, yaitu barisan Utara dan Selatan. Barisan Utara terdiri dari lumbung tempat menyimpan padi dan barisan atas terdiri dari rumah adat, dipisahkan oleh ruangan terbuka untuk semua kegiatan sehari-hari.


Desa-desa di daerah Danau Toba, meskipun saat ini telah kehilangan dibandingkandengan bentuk desa masa lampau, tetapi ciri yang umum masih ada bahkan pada desa-desa yang kecil, yaitu dikelilingi oleh sebuah belukar bambu. Pohon-pohon bambu sangat tinggi dan seringkali sulit untuk melihat rumah-rumahnya dari luar desa itu, kecuali didaerah yang berbukit. Di sekitar Balige, poros bangunan yang panjang mempunyai arah Utara-Selatan sedang di daerah bukit poros bangunan yang panjang sering diorientasikan secara melintang ke arah sudut-sudut yang tepat ke lereng-lereng bukit. Di daerah Samosir, poros bangunan yang panjang diarahkan ke Timur-Barat.

Kamis, 20 Juli 2017

Rumah Honai

Honai adalah rumah khas Papua.

Struktur bangunan

Hasil gambar untuk rumah honaiRumah Honai terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Honai sengaja dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela yang bertujuan untuk menahan hawa dingin pegunungan Papua. Honai biasanya dibangun setinggi 2,5 meter dan pada bagian tengah rumah disiapkan tempat untuk membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu untuk kaum laki-laki (disebut Honai), wanita (disebut Ebei), dan kandang babi (disebut Wamai).
Rumah Honai biasa ditinggali oleh 5 hingga 10 orang. Rumah Honai dalam satu bangunan digunakan untuk tempat beristirahat (tidur), bangunan lainnya untuk tempat makan bersama, dan bangunan ketiga untuk kandang ternak.[1] Rumah Honai pada umumnya terbagi menjadi dua tingkat. Lantai dasar dan lantai satu dihubungkan dengan tangga dari bambu. Para pria tidur pada lantai dasar secara melingkar, sementara para wanita tidur di lantai satu.[2]

Rumah Baileo

Hasil gambar untuk rumah baileo
Rumah Baileo adalah rumah adat Maluku dan Maluku Utara, Indonesia.[1] Rumah Baileo merupakan representasi kebudayaan Maluku dan memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat.[1] Rumah Baileo adalah identitas setiap negeri di Maluku selain Masjid atau Gereja.[2] Baileo berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda suci, tempat upacara adat, sekaligus sebagai balai warga.[2] Ciri utama rumah Baileo adalah ukurannya besar, dan memiliki bentuk yang berbeda jika dibandingkan dengan rumah-rumah lain di sekitarnya.[3]

Arsitektur dan Konstruksi

Bentuk ornamen atau hiasan di rumah adat Beileo memiliki hubungan dengan adat istiadat dan kehidupan sehari-hari masyarakat Maluku.[4] Negeri-negeri di Maluku memiliki arsitektur Baileo yang berbeda, namun fungsinya sama.[4] Baileo dibuat dengan bahan yang kuat, dan dilengkapi dengan ornamen khas Maluku.[4] Rumah Baileo tak berdinding, hal ini dimaksudkan agar roh nenek moyang dapat leluasa masuk dan keluar rumah Baileo.[1] Rumah Baileo merupakan rumah panggung, yakni posisi lantainya berada di atas permukaan tanah.[1] Lantai yang tinggi ini mempunyai makna bahwa agar roh-roh nenek moyang memilii tempat dan derajat yang tinggi dibandingkan masyarakat.[1] Di rumah adat Baileo terdapat banyak ukiran dan ornamen yang bergambar dua ekor ayam yang berhadapan dan diapit oleh dua ekor anjing di sebelah kiri dan kanan.[1] Ukiran tersebut memiliki makna kedamaian dan kemakmuran.[1] Ukiran tersebut dibuat dengan maksud roh nenek moyang yang menjaga kehidupan masyarakat.[1] Ukiran lainnya adalah bulan, bintang, dan matahari yang berada di atap dengan warna merah, kuning, dan hitam.[1] Ukiran tersebut bermakna kesiapan Baileo (sebagai balai) dalam menjaga keutuhan adat beserta hukum adatnya.[1]

https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_baileo

Rumah Bubungan Tinggi

Hasil gambar untuk rumah bubungan tinggiRumah Bubungan Tinggi atau Rumah Ba-Bubungan Tinggi adalah salah satu jenis rumah Baanjung yaitu rumah tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan dan bisa dibilang merupakan ikonnya Rumah Banjar karena jenis rumah inilah yang paling terkenal karena menjadi maskot rumah adat khas provinsi Kalimantan Selatan. Di dalam kompleks keraton Banjar dahulu kala bangunan rumah Bubungan Tinggi merupakan pusat atau sentral dari keraton yang menjadi istana kediaman raja (bahasa Jawa: kedhaton) yang disebut Dalam Sirap (bahasa Jawa: ndalem) yang dahulu tepat di depan rumah tersebut dibangun sebuah Balai Seba pada tahaun 1780 pada masa pemerintahan Panembahan Batuah.
Rumah Bubungan Tinggi mirip Rumah tardisonal Betawi yang disebut Rumah Bapang[1], namun pada Rumah Bubungan Tingghi dibangun dengan konstruksi panggung dan memiliki anjung pada kiri dan kanan bangunannya.